[unugo.ac.id] Kota Gorontalo – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Gorontalo kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang kompeten dan siap kerja. Pada taggal 17-18 Mei 2026, pihak fakultas menyelenggarakan kegiatan pembekalan magang bagi para mahasiswa dari dua program studi, yakni D4 Terapi Gigi dan S1 Psikologi. Kegiatan ini menjadi agenda akademik yang wajib diikuti sebelum para mahasiswa diterjunkan langsung ke berbagai instansi mitra.
Pembekalan ini dirancang khusus untuk mematangkan kesiapan mahasiswa, baik secara keilmuan, mental, maupun etika profesional di lingkungan kerja. Melalui kegiatan ini, pihak kampus memberikan arahan mengenai tata tertib pelaksanaan, target kompetensi yang harus dicapai, serta bagaimana mengaplikasikan teori dari bangku kuliah ke dalam pemecahan masalah nyata di masyarakat.
Untuk program studi D4 Terapi Gigi, pihak fakultas akan memberangkatkan sebanyak 24 orang mahasiswa. Mereka akan disebar ke berbagai fasilitas pelayanan kesehatan dan instansi pendidikan yang ada di wilayah Gorontalo. Lokasi penempatan magang ini sangat strategis karena mencakup Sekolah Dasar (SD), Sekolah Luar Biasa (SLB), hingga Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).
Pelaksanaan magang bagi mahasiswa D4 Terapi Gigi ini dijadwalkan akan berlangsung selama satu setengah bulan, terhitung mulai tanggal 2 Juni hingga 17 Juli 2026. Selama periode tersebut, para mahasiswa diharapkan mampu melaksanakan program preventif, edukasi kesehatan gigi dan mulut, serta pelayanan asuhan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing lokasi penempatan.
Sementara itu, dari program studi S1 Psikologi, terdapat 15 orang mahasiswa yang telah dipersiapkan untuk mengikuti program praktik kerja lapangan ini. Penempatan untuk prodi ini difokuskan pada instansi pemerintah yang secara intensif menangani isu-isu sosial, dinamika keluarga, dan pembinaan karakter di tengah masyarakat.
Secara rinci, sebanyak 8 orang mahasiswa S1 Psikologi akan ditempatkan di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Gorontalo. Sementara itu, 7 orang mahasiswa lainnya akan bertugas memberikan pendampingan di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Gorontalo.
Waktu pelaksanaan magang untuk mahasiswa S1 Psikologi memiliki durasi yang lebih panjang, yakni selama dua bulan penuh. Kegiatan turun lapangan ini resmi dimulai lebih awal pada tanggal 20 Mei dan akan berakhir pada 20 Juli 2026. Penempatan di BKKBN dan Bapas ini diharapkan memberikan pengalaman mendalam terkait intervensi psikologis, konseling, serta evaluasi perilaku klinis maupun sosial.
Dalam arahannya pada sesi pembekalan, selalu menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater selama berada di lokasi magang. Seluruh mahasiswa diinstruksikan untuk selalu menjunjung tinggi kedisiplinan, etos kerja yang tangguh, serta nilai-nilai luhur dan akhlakul karimah yang senantiasa diajarkan di lingkungan kampus.
Pihak universitas memandang program magang ini bukan sekadar formalitas pemenuhan beban Sistem Kredit Semester (SKS), melainkan sebagai wujud nyata sinergi yang terbangun erat antara kampus dan instansi mitra. Kepercayaan yang diberikan oleh mitra-mitra seperti sekolah, Puskesmas, BKKBN, dan Bapas diharapkan dapat bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan publik di Provinsi Gorontalo.









