[unugo.ac.id] Kota Gorontalo – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Gorontalo menggelar Rapat Persiapan Akreditasi untuk tiga program studi pada dua fakultas yang berbeda. Kegiatan berlangsung pada hari Rabu, 10 Juni 2026, bertempat di PWNU Provinsi Gorontalo.
Rapat penting ini mengusung tema “PENGUATAN MUTU AKREDITASI BERDASARKAN PERMENDIKTISAINTEK NOMOR 39 TAHUN 2025”. Pemilihan tema ini merupakan bentuk komitmen dan respons proaktif institusi terhadap pembaruan regulasi pendidikan tinggi, guna memastikan standar mutu akademik di lingkungan kampus tetap unggul, akuntabel, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Terdapat tiga program studi dari dua fakultas yang menjadi fokus utama dalam persiapan akreditasi kali ini. Program studi tersebut meliputi Program Studi Kesejahteraan Sosial dari Fakultas Maritim, Perikanan, dan Kehutanan, serta dua program studi lainnya yakni Program Studi Kesejahteraan Sosial dan Program Studi Hukum yang bernaung di bawah Fakultas Hukum, Pemerintahan, dan Sosial.
Agenda ini dipimpin langsung oleh Kepala LPM UNU Gorontalo, Prof. Dr. Ismail Djakaria, M.Si. Turut mendampingi dalam memandu jalannya pemaparan dan diskusi adalah Sekretaris LPM UNU Gorontalo, Devika Rahayu Daud, S.Pd., M.Pd., yang secara aktif memberikan arahan teknis kepada seluruh peserta rapat.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait di lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo. Jajaran pimpinan rektorat, dekan dari kedua fakultas, ketua program studi, dosen homebase, hingga para tenaga kependidikan pengelola data akademik turut hadir bersinergi untuk menyukseskan target akreditasi yang maksimal.
Dalam sambutan dan arahannya, Prof. Dr. Ismail Djakaria, M.Si. menekankan bahwa akreditasi bukan sekadar pemenuhan syarat administratif belaka, melainkan cerminan kualitas, muruah, dan komitmen institusi terhadap masyarakat. Ia mengajak seluruh komponen di tingkat fakultas maupun prodi untuk saling bahu-membahu dalam menyiapkan dokumen akreditasi dengan teliti.
Lebih lanjut, Prof. Ismail menjelaskan urgensi dari Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 yang menjadi landasan utama tema kegiatan tersebut. Menurutnya, regulasi baru ini menuntut adanya indikator kinerja perguruan tinggi yang lebih komprehensif, sehingga Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) kampus harus benar-benar dioptimalkan dan terintegrasi dengan pangkalan data universitas.
Sementara itu, Sekretaris LPM Devika Rahayu Daud, S.Pd., M.Pd., memaparkan strategi teknis dan peta jalan (roadmap) pengisian instrumen akreditasi. Ia merinci tahapan-tahapan krusial yang harus segera dieksekusi oleh masing-masing program studi, mulai dari tahap evaluasi diri, pengumpulan bukti fisik, hingga penyusunan narasi dokumen yang komprehensif sebelum divisitasi oleh asesor.
Rapat persiapan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif dan pembagian tugas pokok yang jelas bagi seluruh pihak yang terlibat. Melalui konsolidasi awal yang matang ini, Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo optimis ketiga program studi tersebut mampu meraih hasil akreditasi terbaik, yang pada akhirnya akan semakin meningkatkan daya saing serta kepercayaan publik terhadap institusi.



