[unugo.ac.id] Kota Gorontalo – Dalam rangka memperkuat ekosistem riset nasional dan mendukung pelestarian lingkungan, Fakultas Maritim, Perikanan dan Kehutanan Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo (UNUGO) sukses menyelenggarakan kegiatan Diseminasi dan Kolaborasi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Acara akademis ini berlangsung di Aula PWNU Gorontalo pada Kamis (24/6/2026).
Mengusung tema strategis “Penguatan Ekosistem Riset Nasional melalui Diseminasi dan Kolaborasi BRIN–Perguruan Tinggi,” kegiatan ini secara spesifik menyoroti isu-isu lingkungan melalui sub-tema “Konservasi Keanekaragaman Hayati Hulu-Hilir di Kawasan Wallacea.”
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor UNUGO, Prof. Dr. H. Lahaji, M.Ag. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan lembaga riset negara seperti BRIN. Kolaborasi semacam ini dinilai penting untuk melahirkan inovasi yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga berdampak langsung pada kelestarian alam, khususnya di wilayah Gorontalo yang merupakan bagian penting dari zona ekologi Wallacea.
Forum diskusi ilmiah ini menghadirkan peneliti dari BRIN dan akademisi UNUGO yang memaparkan hasil kajian unggulan mereka. Melisnawati H. Angio, M.Si. dari Pusat Riset Botani Terapan – BRIN membawakan materi “Diseminasi Teknologi Seed Banking: Dari Eksplorasi hingga Aplikasi Penyimpanan Jangka Panjang untuk Konservasi Tumbuhan Hutan dan Pesisir.” Pemaparan ini menyoroti peranan krusial bank biji (seed bank) sebagai benteng pertahanan vital dalam mengamankan plasma nutfah flora endemik, sekaligus menjadi strategi jangka panjang untuk menyelamatkan tumbuhan pesisir dan hutan dari ancaman degradasi lingkungan.
Diskusi konservasi di sektor kehutanan semakin mendalam melalui pemaparan Ketua Program Studi Konservasi Hutan, Ikraeni Safitri, M.Hut. Beliau mempresentasikan penelitian mengenai uji efektivitas pupuk hayati mikoriza arbuskula terhadap pertumbuhan semai matoa (Pometia pinnata J.R.Forst. & G.Forst.) pada media tanah pascatambang emas. Penjelasan ini membuka perspektif baru tentang pentingnya intervensi biologi dalam merehabilitasi lahan-lahan kritis bekas aktivitas ekstraktif, sehingga ekosistem yang rusak dapat dipulihkan dan kembali menghijau.
Sementara itu, inovasi aplikatif di sektor perikanan dibedah oleh Mukhlisnah Djalil, S.Pi., M.Sc., perwakilan Gugus Kendali Mutu (GKM) Fakultas. Beliau mengupas tuntas kajian tentang efisiensi pakan dan pertumbuhan ikan lele (Clarias sp.) dengan penambahan fermentasi cacing tanah. Riset terapan ini menawarkan solusi cerdas dan bernilai ekonomis bagi para pembudidaya ikan untuk menekan tingginya biaya pakan pabrikan melalui optimalisasi asupan nutrisi alami.
Melalui diseminasi ini, Fakultas Maritim, Perikanan dan Kehutanan UNUGO berharap dapat terus memacu semangat penelitian di kalangan dosen maupun mahasiswa. Langkah ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen institusi dalam menjaga dan mengelola tata ruang keanekaragaman hayati, dari hulu hingga hilir, demi masa depan kawasan Wallacea yang berkelanjutan.





